#9 BROMO!

Sekitar bulan mei lalu, saya dan teman-teman merencanakan liburan ala backpacker ke Jawa Timur, tepatnya Bromo! Namanya juga backpacker, kami mencari alur berlibur dengan pengeluaran seminim mungkin. Jadi step pertama yaitu cari kereta ekonomi hehe. Rencananya kami akan menggunakan jalur Probolinggo, karena jalur ini banyak digunakan oleh para wisatawan khususnya backpacker.

The Day: Kami berkumpul di Stasiun Kiaracondong,Bandung untuk menumpangi kereta Kahuripan dengan tujuan Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. Sengaja kami memilih transit di Lempuyangan, agar budget bisa disesuaika hehe kan kami backpacker :p Sampai di Lempuyangan, kami pun istirahat sambil menunggu kereta Sri Tanjung tujuan Probolinggo. Sekitar pukul 07.00 kereta berangkat dan sampai di Probolinggo sekitar pukul 16.00. Kami pun bergegas mencari angkutan tujuan terminal, sebenarnya angkot ini biasanya memberikan tarif Rp.3000,- tetapi si supir meminta Rp.5000,- karena ia bilang biasanya gak sampai terminal. Tapi kami gak peduli, kami kasih saja seadanya uang ongkos tanpa kami hitung terlebih dahulu. Di terminal, kami melanjutkan dengan angkutan yang bernama Bison. Angkutan ini semacam Elf kalau di Jawa Barat, dengan tarif Rp.35.000,- dari terminal sampai Cemoro Lawang. Setelah melewati jalan khas pegunungan kami pun tiba di Cemoro Lawang untuk menginap. Sebelumnya kami sudah booking penginapan, jadi sampai sana kami tinggal beristirahat saja. FYI, penginapan kami bernama Tengger Permai dengan harga per-kamar sekitar Rp.130.000,- / 4org. Memang disini minim fasilitas, tapi berhubung kondisi kami sangat lelah jadi kami menikmati saja. Sebelum tidur kami pun berkeliling sekitaran Cemoro Lawang menikmati suasana malam serta dinginnya kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

100_2460

1. Pananjakan I

Nah disini nih tempat paling famous kalo mau liat sunrise. Orang-orang bilang Sunrise Point nya Bromo, makanya disini disediain semacam view point gitu dengan kursi-kursi dengan urutan dari atas sampe bawah, udah kayak teather hall gitu deh tapi bedanya ini outdoor dan stage nya itu alam. Epic! Kalo mau kesini harus start dari dini hari terus jangan lupa booking jeep pada malam harinya. Harga tiket masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sekitar Rp.6000,- /org (kalo gak salah. lupa) pokoknya kita bakalan diajak ber-off road ria melewati padang pasir yang super gelap gulita, menembus kabut, dan menghantam debu! Sampai di Pananjakan, jika kondisinya sedang hari libur gitu siapkan diri kalian untuk berdesakan berebut tempat yang paling cozy untuk liat pemandangan dan sunset. Pokoknya kudu dateng dini hari supaya dapet tempat yang asik buat nikmatin the best sunrise in the worldDSC_0066100_2471DSC_0102DSC_0096IMG_20130510_062115

2. Puncak Bromo

Beres liat sunrise, driver jeep akan membawa kita turun kebawah. Diperjalanan kembali kita diajak off-road gitu sama si driver, asik banget pokoknya kita bakal terbanting-banting didalam jeep akibat dari medan jalan yang off-road-able banget. Dijalan juga terlihat panorama sekeliling pegunungan dan yang paling mencolok itu adanya Gunung Batok dan Gunung Bromo itu sendiri. Sampai di terminal jeep ditengah padang pasir, kami berjalan kaki melewati padang pasir untuk menuju Puncak Bromo. Disini nih cobaan paling berat, soalnya kita bakalan disuguhin debu dari kuda-kuda yang berlalu lalang dan jaraknya itu loh seakan dekat tapi ternyata jauh! Udah gitu makin lama makin nanjak, dan akhirnya sampailah di cobaan paling berat yaitu, anak tangga bromo! Sekedar tips, kalo mau naik kuda pas si tukang kuda mencoba membuka harga, kita pura-pura jaim aja biar doi ngikutin kita terus, nah biasanya si tukang kuda suka nurunin harganya tuh 😀

IMG_20130510_074337DSC_0119100_2500IMG_20130510_073921DSC_0139100_2510DSC_0131

3. Padang Savana / Bukit Telletubies

This is one of some epic place in bromo! Yap, Bukit Telletubies. Kenapa dinamain ini? Karena kalo dari kejauhan sama kayak di acara Telletubies gitu panoramanya. Wah pokoknya indah banget deh disini. Beres dari Puncak Bromo, kami pun menuju tempat ini. perjalan sekitar 15 menit dan kami kembali diajak ber-off-road ria lagi sama si driver. Sampai di Padang Savana, kami pun beristirahat di celah bukit untuk menghindari sinar matahari. FYI, di kawasan bromo ini minim pohon, ya sama lah kayak di gurun atau savana pada umumnya bakalan jarang nemuin pohon. Tapi jangan khawatir, di Padang Savana ini masyarakat Tengger ada yang membuka warung gitu untuk dapat kita gunakan beristirahat.100_2530100_2577

4. Pasir Berbisik

Oke, last destination in Bromo is Pasir Berbisik. Disini kami seakan berada ditengah-tengah gurun pasir! Karena yang dapat kami lihat ialah pasir, pasir, dan pasir lagi. Saya lupa asal usul nama Pasir Berbisik dari mana, tapi yang jelas pasir disini gak bisa ngebisikin kalian kok hehe.100_2584100_2588100_2591